Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, terkenal dengan kekayaan kuliner tradisionalnya, terutama kue basah yang menjadi ikon budaya lokal. Di balik kemajuan industri kuliner di kota ini, terdapat kisah inspiratif dari seorang perempuan muda yang dengan tekad dan kerja kerasnya berhasil membangun bisnis kue basah yang kini terkenal, yaitu Vira Fitriana dan usaha “Kue Basah Vira.”
Vira Fitriana adalah perempuan asal Banjarmasin, yang sejak kecil sudah akrab dengan dapur. Ia sering membantu ibunya membuat kue-kue tradisional untuk dijual di pasar. Kebersamaan dengan keluarga dan pengalaman langsung membantu orang tua menjadi fondasi kuat bagi Vira dalam mengenal dan meracik kue basah khas Banjar seperti apam, kue lapis, kue talam, dan serabi.
Setelah menyelesaikan pendidikan SMA, keinginan Vira untuk memiliki usaha sendiri semakin besar. Dengan modal tabungan hasil kerja paruh waktu dan dukungan keluarganya, Vira mulai merintis “Kue Basah Vira” dari rumah dengan kapasitas produksi kecil. Awalnya, hanya tetangganya yang menikmati kue Vira, namun kualitas rasa dan ketekunan dalam pemasaran membawa usahanya dikenal lebih luas.
Vira selalu berinovasi dalam resep dan tampilan kue basahnya. Ia tidak hanya menjaga cita rasa tradisional, tetapi juga menghadirkan varian baru seperti kue apam pandan dengan toping keju, kue lapis warna-warni, dan kue talam ubi ungu. Konsistensi dalam pemilihan bahan berkualitas serta penggunaan resep turun-temurun dari keluarga menjadikan kue-kue Vira digemari banyak orang, dari pelanggan lokal hingga wisatawan.
Vira memastikan setiap bahan yang digunakan segar dan berkualitas tinggi, baik itu santan, tepung beras, hingga gula merah asli.
Walaupun banyak kue modern bermunculan, Vira tetap mempertahankan proses pembuatan tradisional, seperti kukus manual dan penggunaan daun pisang sebagai pembungkus.
Vira menghadirkan berbagai inovasi rasa seperti talam gula aren dan lapis pandan yang memikat selera anak muda, sehingga kue-kue tradisional tetap relevan di masa kini.
“Kue Basah Vira” mulai berkembang pesat setelah Vira memanfaatkan media sosial sebagai strategi pemasaran utama. Ia memanfaatkan Instagram dan Facebook untuk memperkenalkan produk-produk kue basah, mengunggah foto menarik, dan membagikan cerita di balik proses pembuatan kue. Dari sinilah, order mulai masuk dari pelanggan di sekitar Banjarmasin, bahkan dari luar kota.
Namun, perjalanan Vira tidak selalu berjalan mulus. Ia menghadapi tantangan seperti kenaikan harga bahan baku, persaingan dengan pelaku usaha kue lain, serta pandemi COVID-19 yang sempat menurunkan penjualan secara signifikan. Vira tidak menyerah; ia melakukan strategi penjualan melalui paket kue basah, layanan antar (delivery), dan menjalin kerja sama dengan penjual kopi serta swalayan lokal.
Dari berbagai tantangan, Vira sadar pentingnya adaptasi dan inovasi. Ia memperluas jaringan dengan mengikuti bazar UMKM, pelatihan bisnis dari Dinas Koperasi dan UMKM Banjarmasin, serta terus memperbaiki kualitas produk. Usahanya kini mampu memiliki beberapa karyawan yang membantu di dapur dan distribusi.
Kisah sukses Vira Fitriana bukan hanya soal bisnis dan keuntungan semata. Ia membuka lapangan pekerjaan bagi warga sekitar, khususnya ibu rumah tangga yang ingin tambahan penghasilan. Vira juga kerap mengadakan pelatihan singkat cara membuat kue basah tradisional untuk anak-anak dan remaja, agar warisan kuliner Banjar tetap lestari.
Selain dampak sosial, bisnis Vira menjadi motivasi bagi perempuan muda di Banjarmasin untuk berani memulai usaha sendiri, tidak takut gagal, dan terus belajar. Melalui akun media sosialnya, Vira sering membagikan tips bisnis, resep, serta motivasi harian untuk para follower-nya.
Keberhasilan Vira Fitriana tidak terlepas dari beberapa strategi dan prinsip yang ia pegang teguh:
Vira sering mengatakan bahwa keberhasilan bukan sekadar mencari profit, tetapi juga membangun reputasi, memperluas jaringan, dan membawa nama baik kota Banjarmasin di kancah kuliner nasional.
Usaha “Kue Basah Vira” telah mendapat berbagai penghargaan, baik dari pemerintah kota maupun komunitas UMKM. Pada tahun 2022, Vira berhasil memperoleh penghargaan sebagai “Pengusaha Muda Inspiratif Banjarmasin” dan menjadi salah satu finalis program pelatihan nasional UMKM dari Kementerian Koperasi dan UKM RI.
Kue Basah Vira dikenal sebagai salah satu oleh-oleh recommended di Banjarmasin. Tidak hanya dijual di toko, produk Vira juga masuk ke marketplace serta aplikasi layanan pesan antar makanan.
Vira Fitriana berharap bisnis kue basahnya dapat terus berkembang dan menjadi pusat pelestarian kue-kue tradisional di Kalimantan Selatan. Ia berencana membuka cabang di kota lain, mengembangkan sistem produksi yang lebih modern, serta membuat program beasiswa bagi anak muda yang ingin belajar membuat kue tradisional.
Ia percaya bahwa dengan kerja keras, kreatifitas, dan semangat berbagi, setiap orang bisa meraih impian. Kisah Vira Fitriana dan Kue Basah Vira menjadi bukti nyata bahwa tradisi dan inovasi bisa berjalan beriringan dalam membangun bisnis yang berkelanjutan.
Dari kisah Vira Fitriana, kita belajar pentingnya menjaga budaya, ketekunan berusaha, serta memanfaatkan peluang di era digital. Bisnis Kue Basah Vira tidak hanya memperkenalkan kelezatan kuliner Banjar, tetapi juga membawa pesan optimisme dan inspirasi bagi generasi muda. Kisah sukses ini patut dijadikan contoh bagi siapa saja yang ingin memulai usaha dari hal kecil dengan dedikasi dan visi besar.