Kota Banjarmasin yang dikenal sebagai “Kota Seribu Sungai” memiliki beragam kisah inspiratif wirausaha lokal. Salah satu nama yang kini dikenal luas di Kalimantan Selatan adalah Syamsul Bahri, pendiri sekaligus pemilik rumah makan Ayam Bakar Syamsul. Ia membuktikan bahwa ketekunan, inovasi, dan semangat pantang menyerah bisa membawa seseorang mencapai sukses meski harus melewati berbagai tantangan berat.
Syamsul Bahri lahir dan besar di Banjarmasin. Latar belakangnya sederhana—ayahnya seorang pedagang kecil dan ibunya penjual kue di pasar tradisional. Sejak kecil, Syamsul sudah terbiasa membantu orang tua, termasuk berjualan makanan khas Banjar. Kehidupan yang penuh keterbatasan ekonomi menjadi motivasi utamanya untuk berusaha keras demi masa depan yang lebih baik.
Setelah lulus SMA, Syamsul sempat bekerja sebagai pegawai di rumah makan milik kerabatnya. Di sinilah Ia mulai memahami seluk-beluk bisnis kuliner, mulai dari pengelolaan bahan, pelayanan pelanggan, hingga teknik memasak ayam bakar. Pengalaman ini kelak akan sangat berharga saat Ia memutuskan membuka usaha mandiri.
Tahun 2013, Syamsul Bahri memulai usaha Ayam Bakar Syamsul dengan modal yang sangat terbatas. Hanya bermodalkan gerobak sederhana, beberapa ekor ayam, dan bumbu racikan sendiri, Syamsul membuka lapak di pinggir Jalan A. Yani, Banjarmasin. Pemasaran awalnya mengandalkan promosi dari mulut ke mulut dan pelanggan keluarga.
Kunci utama Ayam Bakar Syamsul terletak pada cita rasa khas, yakni penggunaan bumbu rempah lokal dan saus buatan sendiri. Proses pembakaran ayam dilakukan dengan arang kayu rambutan yang menghasilkan aroma sedap dan tekstur ayam yang lembut namun gurih. Lambat laun, pelanggan semakin banyak karena keunikan rasa dan harga yang bersahabat.
Setelah dua tahun beroperasi, Ayam Bakar Syamsul berhasil membuka cabang kedua di kawasan strategis Kota Banjarmasin. Usaha yang awalnya dijalankan sendiri mulai berkembang, dengan puluhan pekerja dan jaringan distribusi bahan baku yang luas. Syamsul juga mulai menerima pesanan katering untuk hajatan, seminar, dan acara instansi pemerintah.
Kesuksesan ini mengantarkan Syamsul Bahri memenangkan penghargaan “Wirausaha Muda Mandiri” tingkat provinsi tahun 2017. Ia juga sering diundang menjadi narasumber di seminar UMKM dan pelatihan kuliner, membagikan kisah inspirasi dan tips bisnis kuliner kepada wirausahawan muda lain.
Dunia kuliner di Banjarmasin semakin kompetitif. Syamsul mengakui bahwa menjaga loyalitas pelanggan merupakan tantangan tersendiri. Ia menerapkan standar kebersihan tinggi, mendidik karyawan agar selalu ramah, dan rutin mengevaluasi kualitas bahan baku.
Selain itu, Syamsul kerap mengadakan promo menarik, seperti diskon hari jadi dan program makan gratis bagi pelanggan tetap. Ia juga memberikan bonus kepada karyawan yang berprestasi sebagai bentuk apresiasi, sehingga timnya selalu termotivasi dan solid dalam melayani konsumen.
Menu utama, ayam bakar, disajikan dengan sambal khas Banjar, lalapan segar, dan nasi pulen hangat. Selain ayam bakar, tersedia juga ayam goreng, ikan bakar, sate ayam, dan berbagai jenis minuman tradisional seperti es kelapa muda dan es cincau. Setiap porsi ayam bakar dibuat sesuai pesanan, sehingga selalu terjamin kelezatannya.
Banyak pelanggan mengaku bahwa aroma dan rasa ayam bakar Syamsul sulit dilupakan. Beberapa testimoni menyebut bahwa mereka rela menunggu antrean panjang hanya demi menikmati makanan favorit di rumah makan Syamsul. Bahkan, wisatawan luar kota sering memasukkan Ayam Bakar Syamsul sebagai destinasi kuliner yang wajib dicoba di Banjarmasin.
Syamsul Bahri tidak sekadar berbisnis, Ia juga aktif membantu pemberdayaan komunitas lokal. Syamsul bekerja sama dengan peternak ayam dan produsen sayur di sekitar Banjarmasin, memastikan terjadi perputaran ekonomi yang menguntungkan kedua belah pihak. Ia juga aktif mensponsori kegiatan sosial, seperti buka puasa bersama anak panti asuhan dan pelatihan memasak gratis untuk ibu-ibu rumah tangga.
Dengan demikian, Syamsul membuktikan bahwa bisnis yang sukses bisa sekaligus memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Di tengah pandemi dan berbagai situasi ekonomi yang tidak menentu, Syamsul Bahri tetap optimis. Ia terus berinovasi dan memperluas jaringan usaha, termasuk rencana membuka cabang di luar Banjarmasin. Syamsul berharap generasi muda Kalimantan Selatan tidak takut bermimpi dan berusaha meraih sukses dengan kemampuan sendiri.
Kisah Syamsul Bahri dan Ayam Bakar Syamsul menjadi bukti nyata bahwa keberhasilan dapat diraih oleh siapa saja, terlepas dari latar belakang ekonomi. Dengan ketekunan, kejujuran, dan kerja keras, impian besar pun dapat diwujudkan menjadi kenyataan.
Jika Anda berkunjung ke Banjarmasin, jangan lupa mampir dan menikmati Ayam Bakar Syamsul untuk merasakan langsung kelezatan kuliner khas Kalimantan Selatan yang penuh cerita inspiratif.