Nuri Setyaningsih adalah contoh nyata perempuan tangguh yang mampu membuktikan bahwa kerja keras dan tekad dapat membawa kesuksesan, meski menghadapi berbagai tantangan. Kisahnya bermula pada tahun 2008 di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Nuri yang awalnya hanya seorang ibu rumah tangga biasa, memiliki hobi membuat kue untuk keluarga dan tetangga. Keahlian dalam membuat kue tersebut berkembang seiring waktu, hingga akhirnya menjadi peluang usaha bagi Nuri.
Dengan modal awal yang terbatas, Nuri mulai memproduksi kue-kue rumahan seperti bolu spons, bolu kukus, brownies, dan aneka kue tradisional khas Banjar. Awalnya, ia menjual kue buatannya kepada tetangga, keluarga, dan teman-teman dekat. Respons positif yang diterima membuat Nuri semakin yakin untuk mengembangkan usahanya ke tahap yang lebih besar.
Pada tahun 2010, Nuri memutuskan untuk membangun brand dengan nama “Kue Nuri” yang menjadi identitas usaha kuenya. Kue Nuri terkenal dengan rasa yang lezat, tekstur yang lembut, serta harga yang ramah di kantong. Melalui strategi pemasaran yang sederhana, yaitu promosi dari mulut ke mulut dan memanfaatkan media sosial, Nuri berhasil memperluas jangkauan pelanggan.
Inovasi juga menjadi kunci keberhasilan Kue Nuri. Nuri terus berkreasi membuat varian baru seperti lapis Banjar, kue lumpur, dan berbagai kue kekinian yang dapat menarik perhatian generasi muda. Kue Nuri juga dikenal karena selalu menggunakan bahan berkualitas, tanpa pengawet, sehingga produknya tetap sehat dan aman untuk dikonsumsi.
Dalam perjalanan usahanya, Nuri tidak lepas dari tantangan. Salah satu tantangan terbesar adalah persaingan pasar yang ketat, khususnya di kota Banjarmasin yang terkenal dengan berbagai jajanan tradisional dan modern. Di awal pandemi COVID-19, penjualan kue sempat menurun drastis. Namun, Nuri tidak menyerah. Ia mulai beradaptasi dengan membuka layanan pesan antar dan sistem pre-order melalui WhatsApp dan Instagram.
Selain itu, Nuri sering mengikuti pelatihan UMKM serta bergabung dengan komunitas pebisnis lokal. Dari pelatihan tersebut, ia memperoleh pengetahuan baru tentang pengelolaan keuangan, pemasaran online, dan pengembangan produk. Semua ilmu tersebut ia terapkan dalam bisnis Kue Nuri, sehingga kue buatannya makin dikenal hingga ke luar kota Banjarmasin.
Dengan konsistensi dan inovasi, Kue Nuri mendapat berbagai penghargaan dari pemerintah daerah setempat, seperti UMKM Teladan dan juara festival kuliner lokal. Selain itu, Kue Nuri juga sering diliput oleh media lokal hingga nasional, mengenalkan produk asli Banjarmasin kepada masyarakat Indonesia.
Kini, Kue Nuri telah memiliki lebih dari lima cabang di Banjarmasin dan sekitarnya, serta mempekerjakan lebih dari 30 karyawan. Nuri menjadi inspirasi bagi banyak perempuan dan pelaku UMKM untuk tidak takut mencoba dan beradaptasi dengan zaman.
Semua keunggulan tersebut menjadikan Kue Nuri sebagai pilihan utama bagi masyarakat Banjarmasin maupun wisatawan yang berkunjung ke Kalimantan Selatan.
Usaha Kue Nuri tidak hanya bermanfaat bagi Nuri dan keluarganya, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang positif. Nuri aktif memberdayakan ibu-ibu sekitar untuk membantu produksi dan penjualan kue. Dengan mendirikan pelatihan membuat kue secara gratis, Nuri telah membantu banyak ibu rumah tangga memperoleh keterampilan dan penghasilan tambahan.
Selain itu, Nuri juga ikut berkontribusi dalam memajukan ekonomi lokal Banjarmasin. Ia mengutamakan pembelian bahan baku dari pedagang dan petani lokal, sehingga memperkuat rantai ekonomi di Kalimantan Selatan. Peran sosial Nuri sebagai pelaku UMKM dan agen perubahan menjadi sorotan serta dibuktikan dengan berbagai penghargaan yang beliau terima.
Kisah Nuri Setyaningsih dan Kue Nuri menjadi inspirasi bagi generasi muda di Banjarmasin dan sekitarnya. Tidak sedikit generasi milenial yang kini mulai berbisnis kuliner dengan mengambil pelajaran dari keberhasilan Nuri. Inovasi, kerja keras, dan kemauan untuk belajar adalah kunci utama dalam menghadapi persaingan dan tantangan di dunia bisnis kuliner.
Nuri juga sering menjadi narasumber dalam seminar kewirausahaan di berbagai kampus dan sekolah. Ia membagikan pengalaman, motivasi, dan tips sukses kepada para peserta agar dapat membuka usaha sendiri dengan perencanaan matang dan sikap pantang menyerah.
Meski telah meraih banyak pencapaian, Nuri Setyaningsih tidak berhenti berinovasi. Ia berencana memperluas jaringan Kue Nuri ke kota-kota lain di Kalimantan dan bahkan ke pulau lain di Indonesia. Nuri melihat peluang besar dalam pemasaran online untuk memperkenalkan kue khas Banjar ke seluruh nusantara, bahkan ke luar negeri melalui ekspor produk UMKM.
Dalam wawancara dengan media setempat, Nuri menyampaikan harapannya agar semakin banyak perempuan dan pelaku UMKM Banjarmasin yang mampu berkembang dan memajukan ekonomi lokal. Ia selalu berbagi semangat dan motivasi kepada siapa saja yang ingin memulai usaha.
Kisah sukses Nuri Setyaningsih dan Kue Nuri di Kota Banjarmasin membuktikan bahwa kunci utama keberhasilan adalah ketekunan, inovasi, dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Usaha Kue Nuri tidak hanya berhasil secara finansial, tetapi juga memberikan manfaat sosial bagi masyarakat Banjarmasin.
Dengan semangat pantang menyerah, Nuri membawa nama baik Kalimantan Selatan di bidang kuliner. Kue Nuri kini menjadi bagian dari budaya kuliner Banjarmasin, serta menjadi oleh-oleh favorit wisatawan yang berkunjung ke kota seribu sungai ini.
Semoga kisah Nuri Setyaningsih menjadi motivasi bagi banyak orang untuk tidak takut merintis usaha dan terus berkreasi demi bangsa dan negara.