Nindya Pramudita, seorang pengusaha muda asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan, telah menjadi inspirasi bagi banyak orang di wilayahnya. Sejak menempuh pendidikan di sebuah universitas swasta di Banjarmasin, Nindya sudah menaruh minat yang besar pada dunia fashion. Ia aktif mengikuti seminar, bazar, dan workshop seputar bisnis serta tren mode. Motivasi utama Nindya adalah keinginan untuk menciptakan produk fashion lokal yang berkelas dan mampu bersaing dengan brand nasional.
Tahun 2016, Nindya memutuskan untuk mendirikan Nindya Fashion, sebuah brand busana muslim wanita yang berlokasi di Kota Banjarmasin. Berbekal modal dari tabungan pribadi dan dukungan orang tua, ia mulai membangun bisnis dari rumah. Produk awal yang dibuat adalah gamis dan tunik dengan desain eksklusif serta motif khas Kalimantan Selatan.
Untuk menarik perhatian pasar, Nindya menerapkan beberapa strategi inovatif. Ia aktif memanfaatkan media sosial seperti Instagram dan Facebook untuk mempromosikan koleksi terbaru. Dengan mengusung hashtag #KaryaAnakBanua dan #BanggaBuatanIndonesia, brand Nindya Fashion cepat dikenal di kalangan milenial. Nindya juga menggandeng influencer lokal dan mendukung komunitas fashion di Kalimantan dengan berbagai kolaborasi.
Selain promosi online, Nindya Fashion rutin mengikuti event offline seperti pameran busana dan festival UMKM di Banjarmasin, Banjarbaru, hingga Balikpapan. Program pre-order dan limited edition yang diusung menambah eksklusivitas produknya.
Modal awal Nindya hanya sekitar Rp 10 juta, digunakan untuk bahan kain, penjahit, dan membangun toko online. Dalam waktu kurang dari satu tahun, omzet bulanan Nindya Fashion sudah mencapai Rp 40 juta. Bahkan, mulai tahun kedua, Nindya mampu membuka toko offline kecil di kawasan strategis Kota Banjarmasin.
Sukses di pasar lokal, Nindya tidak cepat berpuas diri. Ia mulai memperluas jangkauan dengan mengikuti marketplace nasional seperti Tokopedia, Shopee, dan Lazada. Tidak hanya itu, beberapa pelanggan dari Malaysia, Brunei, dan Singapura mulai memesan produk Nindya Fashion, terutama koleksi busana muslim dengan motif Banjar.
“Saya ingin membawa keunikan dan kreativitas Banjar ke luar negeri melalui desain busana muslim,” tegas Nindya.
Salah satu tantangan terbesar adalah kompetisi dengan produk fashion dari luar Kalimantan dan Jakarta yang sudah lebih mapan. Menghadapi hal ini, Nindya terus berinovasi dan menjaga kualitas produk. Ia juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya mendukung karya lokal.
Pada masa pandemi COVID-19, penjualan offline sempat menurun drastis. Namun, Nindya segera mengubah strategi dengan menggarap penjualan daring dan menghadirkan diskon menarik bagi konsumen setia.
Kisah sukses Nindya Pramudita berdampak tidak hanya dari segi ekonomi, tetapi juga sosial. Ia membuka lapangan kerja bagi belasan penjahit dan staf toko. Nindya secara rutin mengadakan pelatihan desain dan pemasaran bagi kaum muda Banjarmasin yang ingin terjun ke bisnis fashion.
“Kita harus percaya diri dengan potensi daerah sendiri. Lewat fashion, saya ingin membuktikan bahwa Banjarmasin patut diperhitungkan di tingkat nasional,” ucap Nindya.
Kontribusi Nindya dalam mengembangkan fashion lokal diapresiasi oleh pemerintah dan komunitas pebisnis di Kalimantan Selatan. Ia pernah meraih penghargaan “UMKM Muda Berprestasi” dari Dinas Koperasi dan UKM Kota Banjarmasin dan dinobatkan sebagai salah satu Finalis Wirausaha Muda Mandiri Nasional 2021.
Nindya Fashion pun berhasil memperoleh sertifikat Halal dan standar kualitas nasional, sehingga mampu meningkatkan kepercayaan pelanggan.
Dengan visi menjadi brand fashion muslim wanita terbesar di Kalimantan Selatan, Nindya terus mengembangkan bisnisnya. Ia merencanakan kerja sama dengan desainer internasional dan membangun pusat pelatihan fashion bagi UMKM di Banjar. Nindya percaya bahwa dengan kerja keras, ketekunan, dan dukungan masyarakat, Nindya Fashion akan membawa nama Banjarmasin ke level dunia.