Batik Sasirangan merupakan kain tradisional khas Kalimantan Selatan, khususnya dari Kota Banjarmasin. Nama "sasirangan" berasal dari kata "sirang", yang berarti "dijahit", menunjukkan proses pembuatan kain ini yang sangat unik dan berbeda dari batik pada umumnya. Ciri khas batik sasirangan adalah motif-motif yang dibuat dengan teknik pewarnaan dan jahitan khusus, sehingga menghasilkan pola yang menawan dan memiliki nilai budaya yang tinggi.
Batik Sasirangan selama berabad-abad telah menjadi bagian penting dari adat dan tradisi masyarakat Banjar. Kain ini tidak hanya digunakan dalam upacara adat, tetapi juga telah berkembang menjadi produk fashion yang diminati oleh masyarakat lokal maupun nasional.
Khairani Ummah adalah salah satu pengusaha muda yang sukses di Kota Banjarmasin. Ia lahir dan besar di lingkungan keluarga sederhana, di mana seni dan budaya Banjar sangat melekat dalam kehidupan sehari-hari. Sejak kecil, Khairani sudah diperkenalkan dengan batik sasirangan oleh ibunya, yang merupakan seorang pengrajin lokal.
Melihat proses pembuatan batik sasirangan yang rumit, Khairani tumbuh dengan rasa kagum dan cinta terhadap kain tradisional ini. Ia menyadari bahwa batik sasirangan bukan hanya sekadar kain, tapi juga warisan budaya yang harus dijaga dan dikembangkan.
Setelah menyelesaikan pendidikan dengan gelar sarjana ekonomi, Khairani memutuskan untuk kembali ke Banjarmasin dan mengembangkan usaha batik sasirangan. Dengan modal kecil dan tekad besar, ia mulai memproduksi batik sasirangan di rumahnya pada tahun 2011. Saat itu, ia menghadapi banyak tantangan, termasuk kurangnya modal, pemasaran yang masih terbatas, dan persaingan dari pengusaha batik lain.
Khairani Ummah tidak menyerah. Ia mempelajari tren pasar dan mulai berinovasi dalam desain batik sasirangan. Dengan menghadirkan motif-motif modern yang masih menjaga nilai tradisional, produk Khairani semakin diminati. Ia juga memanfaatkan media sosial untuk mengenalkan produknya ke pasar yang lebih luas.
Salah satu kunci keberhasilan Khairani adalah inovasi. Ia berupaya menggabungkan motif sasirangan klasik dengan sentuhan modern, sehingga menghasilkan produk yang digemari oleh generasi muda maupun tua. Produk Khairani mencakup berbagai fashion items seperti baju, dress, sarung, hingga masker kain batik yang populer saat pandemi Covid-19.
Batik Sasirangan Khairani bukan hanya dijual di toko offline, tapi juga melalui platform online seperti Instagram, Tokopedia, dan Shopee. Pelanggan datang dari berbagai kota di Indonesia, bahkan mulai merambah ke pasar internasional.
Khairani Ummah tidak hanya berorientasi pada keuntungan bisnis, tetapi juga sangat peduli terhadap pelestarian batik sasirangan. Ia aktif mengadakan pelatihan bagi masyarakat lokal, terutama ibu-ibu rumah tangga, agar bisa menjadi pengrajin dan mendapatkan tambahan pendapatan. Pelatihan tersebut digelar secara rutin dan telah melahirkan banyak pengrajin batik sasirangan baru.
Selain itu, Khairani bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk mempromosikan batik sasirangan sebagai produk unggulan Kalimantan Selatan. Ia sering hadir dalam pameran seni dan budaya, baik tingkat lokal maupun nasional, untuk mengenalkan batik khas Banjar kepada masyarakat luas.
Kisah sukses Khairani Ummah tidak hanya berdampak pada dirinya sendiri, tetapi juga membawa perubahan positif bagi masyarakat sekitar. Usahanya telah membuka lapangan kerja bagi puluhan pengrajin, sebagian besar adalah perempuan yang sebelumnya hanya bekerja di rumah.
Dengan adanya pelatihan dan dukungan dari Khairani, para pengrajin mampu meningkatkan kualitas hidup mereka dan berkontribusi pada ekonomi keluarga. Batik sasirangan juga semakin dikenal, sehingga daya tarik wisata budaya di Banjarmasin meningkat.
Berkat dedikasi dan kerja kerasnya, Khairani Ummah telah meraih berbagai penghargaan di bidang kewirausahaan dan pelestarian budaya. Ia pernah dianugerahi sebagai "Pengusaha Muda Inspiratif Kalimantan Selatan" dan menjadi narasumber dalam seminar budaya di berbagai universitas.
Produk batik sasirangan Khairani juga telah dikenakan oleh pejabat daerah hingga tokoh nasional, sehingga semakin mengangkat popularitas kain tradisional Banjar.
Dalam berbagai kesempatan, Khairani Ummah selalu membagikan motivasi kepada generasi muda agar tidak takut untuk memulai usaha, terutama yang berhubungan dengan pelestarian budaya. Ia percaya bahwa setiap orang memiliki potensi untuk sukses, asal memiliki tekad, kerja keras, dan kemauan untuk belajar.
"Jangan pernah takut bermimpi dan memulai usaha. Kain sasirangan adalah bukti bahwa warisan budaya bisa menjadi peluang kesuksesan jika kita berinovasi dan bekerja dengan hati." – Khairani Ummah
Kisah sukses Khairani Ummah dan Batik Sasirangan Khairani di Kota Banjarmasin merupakan inspirasi bagi banyak orang, terutama generasi muda yang ingin berwirausaha di bidang kreatif dan budaya. Dengan dedikasi dan inovasi, Khairani berhasil membuktikan bahwa warisan budaya lokal bisa menjadi peluang bisnis yang berkembang, sekaligus memajukan ekonomi dan pelestarian budaya di Kalimantan Selatan.
Batik Sasirangan Khairani kini menjadi simbol keberhasilan, semangat pelestarian, dan inovasi budaya di Banjarmasin. Semoga kisah Khairani Ummah terus memberikan inspirasi agar budaya sasirangan tetap lestari dan dikenal hingga generasi yang akan datang.