Kota Banjarmasin di Kalimantan Selatan dikenal sebagai kota seribu sungai dan pusat bisnis yang terus berkembang. Di balik kemajuan kota ini, terdapat banyak sosok pelaku usaha yang menggerakkan roda ekonomi lokal. Salah satu kisah inspiratif adalah perjalanan Hasan Subagyo, seorang pengusaha las yang sukses membangun Bengkel Las Hasan dari nol hingga menjadi salah satu bengkel las terkemuka di Banjarmasin.
Hasan Subagyo berasal dari keluarga sederhana di pinggiran kota Banjarmasin. Ia tumbuh dengan semangat kerja keras dan tekad untuk maju. Setelah lulus SMA, Hasan bekerja sebagai karyawan di bengkel las kecil. Pengalaman selama tiga tahun memberi Hasan banyak pengetahuan tentang teknik pengelasan, manajemen bengkel, hingga cara melayani pelanggan.
Namun, Hasan menyadari bahwa untuk mengubah nasibnya dan keluarganya, ia harus berani bertindak. Dengan modal tabungan dan sedikit bantuan dari keluarga, Hasan memutuskan membuka bengkel las sendiri pada tahun 2010 di kawasan Jalan Ahmad Yani, Banjarmasin. Awalnya, bengkel ini hanya berupa bangunan sederhana dari kayu dan atap seng, serta peralatan las yang terbatas.
Tidak mudah bagi Hasan membangun Bengkel Las Hasan. Ia harus menghadapi persaingan dengan bengkel lain yang lebih besar dan telah memiliki banyak pelanggan. Peralatan yang dimiliki Hasan belum lengkap dan ia sering bekerja seorang diri. Namun, Hasan yakin bahwa kualitas dan kejujuran adalah kunci utama.
Dalam beberapa bulan pertama, Hasan lebih banyak menerima pekerjaan kecil seperti memperbaiki pagar rumah, membuat rak, dan memperbaiki keranjang besi. Ia selalu memberikan hasil terbaik dan memastikan komunikasi baik dengan pelanggan. Perlahan tapi pasti, reputasi Bengkel Las Hasan mulai dikenal di lingkungan sekitar.
Hasan menyadari bahwa untuk terus berkembang, ia harus berbeda dari bengkel lain. Salah satu strategi yang dilakukan adalah menghadirkan layanan desain custom untuk karya besi dan baja, seperti pagar dekoratif dan furniture besi artistik. Layanan ini belum banyak dijalankan oleh bengkel di Banjarmasin saat itu.
Hasan juga aktif ikut pelatihan teknik las dan desain di Dinas Ketenagakerjaan Kota Banjarmasin. Ia memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan hasil karyanya, bahkan menerima pesanan dari luar kota. Inovasi ini membawa Bengkel Las Hasan semakin dikenal, dan permintaan pun meningkat.
Pada tahun kedua, Hasan akhirnya bisa merekrut dua orang tukang las tambahan. Proses kerja menjadi lebih cepat dan pelayanan pelanggan lebih baik. Dari hanya memperbaiki pagar dan teralis, kini bengkel menerima proyek besar seperti pembuatan kanopi, pintu gerbang, hingga konstruksi baja ringan untuk rumah dan ruko.
Hasan tidak hanya mempekerjakan karyawan, tapi juga membimbing mereka secara teknis dan karakter. Prinsip kerja di Bengkel Las Hasan adalah disiplin, komunikatif, dan selalu berpikir solutif dalam setiap pekerjaan. Dengan tim yang solid, Hasan mampu membangun kepercayaan kepada klien-klien besar, termasuk sejumlah developer perumahan di Banjarmasin.
Perjalanan bisnis tentu tidak selalu mulus. Pada tahun 2015, terjadi penurunan permintaan akibat perlambatan ekonomi nasional. Namun Hasan tidak menyerah. Ia membangun kerjasama dengan mitra bisnis lain seperti toko besi, kontraktor, dan arsitek agar mendapat proyek bersama.
Di masa pandemi, tantangan semakin berat karena pembatasan sosial dan penurunan proyek pembangunan. Hasan beradaptasi dengan menawarkan jasa perbaikan dan renovasi, di mana permintaan masih tetap ada. Gaya kepemimpinan Hasan yang fleksibel dan terbuka membuat Bengkel Las Hasan tetap bertahan bahkan meningkat omzet di tahun 2021.
Kisah Hasan Subagyo bukan hanya tentang usaha bengkel las, tapi juga menghadirkan inspirasi bagi masyarakat. Banyak anak muda di Banjarmasin yang kini melihat profesi tukang las dan wirausaha bengkel sebagai pilihan hidup. Hasan sering diundang sebagai narasumber pelatihan kewirausahaan di sekolah dan komunitas.
Dengan integritas dan komitmen, Hasan membuktikan bahwa usaha kecil pun bisa berkembang jika didukung dengan inovasi, kerja keras, dan kejujuran. Usaha bengkel las tidak hanya menghasilkan barang, tetapi juga membangun karakter pekerja dan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat.
Kini Bengkel Las Hasan memiliki tim berjumlah lebih dari 10 orang, dengan fasilitas peralatan modern. Hasan berencana memperluas usaha ke bidang konstruksi baja ringan dan memberikan pelatihan rutin kepada karyawan serta masyarakat. Ia juga sedang merintis platform online untuk layanan pemesanan dan konsultasi desain besi.
Hasan Subagyo tetap rendah hati dan terus belajar, meski sudah menjadi pemilik bengkel yang sukses. Ia ingin membuktikan bahwa keberhasilan bisa dicapai siapapun yang mau bekerja keras dan jujur dalam setiap usaha.
Kisah Hasan Subagyo dan Bengkel Las Hasan di Banjarmasin adalah cerminan semangat wirausaha di Indonesia. Dengan ketekunan, keberanian, dan inovasi, Hasan berhasil membangun usaha dari awal sampai mampu bersaing di tingkat lokal dan regional. Kisah sukses ini menjadi inspirasi bagi banyak orang untuk memulai usaha, menghadapi tantangan, dan terus berjuang demi masa depan yang lebih baik.
Semoga perjalanan Hasan Subagyo menjadi motivasi untuk generasi muda di Kalimantan Selatan dan Indonesia pada umumnya, bahwa tidak ada mimpi yang terlalu besar jika dijalani dengan usaha dan doa.