Awal Mula: Modal Pas-Pasan dan Tekad Baja
Kisah Fajar Collection tidak dimulai di gedung bertingkat atau pusat perbelanjaan mewah. Ia bermula dari sebuah ruangan sederhana yang dipenuhi tumpukan kain dan semangat seorang pemuda yang melihat potensi di daerahnya sendiri. H. Fajar merintis usahanya di tengah kondisi ekonomi yang menantang. Dengan modal yang pas-pasan, ia harus memiliki strategi tersendiri untuk bertahan hidup.
Awalnya, H. Fajar hanya berfokus pada penjualan kain-kain tradisional dan pakaian jadi sederhana. Pasar tradisional menjadi medan tempur pertamannya. Di sana, ia belajar seni negosiasi, pentingnya kejujuran, dan seni melayani pelanggan. Ia menyadari bahwa pelanggan di Kalimantan Selatan sangat menghargai keramahan—sesuatu yang kemudian menjadi pilar utama Fajar Collection.
Tantangan terbesar pada masa awal bukan hanya soal modal, melainkan persaingan yang ketat. Namun, H. Fajar memiliki keunggulan kompetitif: ia memiliki kepekaan tren yang tinggi. Melihat bahwa para pembeli mulai mencari sesuatu yang unik, ia mulai merangkai desain sendiri, menggabungkan motif tradisional Banjar dengan gaya modern yang lebih marketable.